Home About Instagram Stuffs Wordpress Facebook

Kamis, 19 Februari 2026

Semester 8, Skripsi di Depan Mata, Mental di Ujung Tanduk

 

Hai, semuanya!
Vivi kembali lagi nih di blog ini. Sudah berapa lama kita tidak bertemu ya hehehe ... Kayaknya kemarin terakhir publish tulisan ini masih semester 3 aja. Sekarang, tak terasa sudah semester 8 aja ya hihihi.
Jadi, aku mau sedikit bercerita atau kalau bahasanya anak sekarang tuh, yapping, tentang kehidupan seputar semester akhir ini. Memasuki semester 7, ada kegiatan yang bisa dibilang 'sekali seumur hidup' untuk setiap mahasiswa, yaitu kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Di UIN Walisongo, shift KKN terbagi menjadi beberapa kloter, yaitu Reguler I, Mandiri I, Reguler, II dan Mandiri II. Khusus untuk kloter Reguler I biasanya untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, karena semester 7 mereka masih ada mata kuliah. Untuk jangka waktu KKN Mandiri I biasanya kisaran Juli - Agustus, Reguler II bulan Oktober - November, dan Mandiri II bulan Januari - Februari. 

Juli kemarin aku dan 14 orang temanku telah melaksanakan ibadah akademik KKN. Lokasi KKN kami terhitung cukup jauh, tapi nggak jauh-jauh banget dari kampus *ehh terus apa ya🗿 Kami mendapakan lokasi KKN di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Dan posko kami sangat kebetulan berada di dalam area kelurahan. Bisa dibilang, cukup strategis, karena dekat dengan masjid, kantor kelurahan, dan juga sekolah tempat kami menerapkan ilmu pengabdian kami. Lokasinya memang agak kurang jauh sih, bagi kami yang ingin merasakan hawa baru di tempat yang baru dan jauh. Tapi, so far seru kok KKN-nya. Kayaknyaa kalau setelah ini aku bikin artikel tentang KKN kemarin, menarik dehh😗

 
konten closingan KKN kitaahh

Setelah KKN, pastinya para mahasiswa semester akhir akan menghadapi yang katanya 'ujian hidup' yang sangat menguras tenaga, baik secara fisik ataupun batin. Apalagi kalau bukan skripsi atau tugas akhir. Kalau kata para mahasiswa semester akhir di TikTok, quotes pegangan mereka pasti seperti ini:
Ya Allah mudahkan skripsi
Ya Allah lancarkan skripsi
Ya Allah gampangkan skripsi
Ya Allah jauhkan revisi
Tapi jujur saja yaaa, memang ngerjain skripsi itu banyak pantangannya. Yang aku pribadi rasakan, lebih capek di batin dan pikirnya, terlebih kalau ada teman yang tiba-tiba ada kabar sudah sempro (seminar proposal), wahhh rasanya dipikiran pengen ndang cepet dan selesai aja tuh. Sebenarnya, yang lebih bikin kita capek batin itu karena terpacu dengan teman kita yang sudah sampai proses ini itu, dan itu memang benar adanya. Bukan hanya itu, yang bikin lebih capek lagi adalah bimbingan. Wah, kudu siap mental dan batin tuh. Pertama kali aku bimbingan kemarin, dosen pembimbing (dosbing)ku bilang kalau mau bimbingan, baiknya proposal diselesaikan terlebih dahulu. Setelah selesai dan aku bimbingan ke dosbingku, ternyata ada yang 'error' di bagian proposalku. Dan entah kenapa, mungkin karena aku sebel atau malu karena didengar dosen-dosen di sebelah meja dosbingku, air mataku seperti tertahan di mata. Aku mau nangis rasanya, Guys!😖Mungkin karena dosbingku ngerti aku sudah memberikan reaksi yang sedikit berbeda, akhirnya beliau memberikan solusi dan respon yang jauh lebih enjoy dari sebelumnya. Atau mungkin, dosbingku ngerasa ga enak ya, kalau dosen lain ikut campur dalam urusan bimbingan? Hmmm, entahlah😂




Tapi, kena mental gara-gara bimbingan skripsi itu memang bener adanya, dan yang mengalami nggak hanya aku, tapi beberapa temanku juga mengatakan hal yang sama. Ada yang habis bimbingan terus bener-bener nangis yang kejer banget, ada pula yang habis bimbingan merasa overthinking karena beberapa hal. Dan menurutku, hal tersebut wajar, namanya juga baru merasakan jadi mahasiswa semester akhir yang baru pertama kali menghadapi struggle-nya skripsian heheheee ....

Poin plus dari keriwehan seorang mahasiswa semester akhir satu ini adalah masih betah untuk mondok. Tahun terakhirku di pondok pesantren ini menurutku tahun yang berat selain tahun pertama di pondok. Kalau tahun pertama di pondok ujiannya adalah harus beradaptasi dengan lingkungan baru, maka tahun terakhir ada 'suatu hal yang perlu didiskusikan secara pribadi'. Permasalahan ini juga cukup sering terjadi di pesantren dan sudah dianggap lumrah, jadi aku rasa juga tidak perlu untuk dibahas secara gamblang😌
 


Saat ini, aku sedang ada di fase menunggu jadwal ujian seminar proposalku. Doakan yaa teman-teman, semoga jadwal ujianku keluarnya enggak mendadak dan semoga dilancarkan semua urusanku sampai akhir skripsian nanti, aamiin ... Buat kalian semua yang mahasiswa semester akhir juga semangat ya skripsiannya👊Sehat-sehat kalian semua dan semoga diberikan kelancaran dalam setiap step yang kalian lewati yaa, aamiin💗

Begitulah sedikit yapping dari aku. Kalau kalian, keriwehan apa yang sedang kalian alami sejalan dengan struggle-nya untuk menghadapi skripsi? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar